Kontraktor Data Center Indonesia: Pengalaman CONAKA Membangun Data Center

Share :

Ketrosden Triasmitra Data Center

Mengapa Data Center Semakin Banyak Dibangun di Indonesia?

Perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap infrastruktur penyimpanan dan pemrosesan data semakin besar. Kondisi ini turut meningkatkan kebutuhan terhadap kontraktor data center yang mampu menangani pembangunan fasilitas dengan kebutuhan teknis yang kompleks. Layanan cloud, e-commerce, fintech, platform digital, hingga kecerdasan buatan juga terus mendorong pertumbuhan kebutuhan data center di Indonesia.

Perkembangan ini juga terlihat dari aktivitas pasar properti industri. Dalam laporan Q2 2026, CBRE mencatat peningkatan permintaan kawasan industri Greater Jakarta dari operator data center. Lebih dari 100 hektare transaksi tercatat pada paruh pertama 2026.. Karawang dan Cikarang juga menjadi kawasan yang mendapatkan perhatian karena ketersediaan lahan, infrastruktur, dan kebutuhan kapasitas daya.

Namun, membangun data center bukan sekadar membangun sebuah gedung. Data center memiliki kebutuhan teknis dan operasional yang lebih kompleks daripada banyak bangunan komersial.

Mengapa Pembangunan Data Center Berbeda?

Secara umum, pengembang merancang bangunan komersial seperti kantor, restoran, atau retail untuk mendukung aktivitas pengguna. Data center memiliki kebutuhan yang berbeda karena bangunannya menjadi bagian dari infrastruktur teknologi yang harus mendukung sistem penting secara terus-menerus.

Karena itu, tim proyek perlu merencanakan dan mengoordinasikan struktur, arsitektur, kelistrikan, pendinginan, proteksi kebakaran, keamanan, dan sistem pendukung lainnya dengan baik. Uptime Institute memasukkan struktur, sistem mekanikal dan elektrikal, proteksi kebakaran, serta keamanan fisik dalam evaluasi data center. Lokasi, kapasitas, dan commissioning juga menjadi perhatian.

Pembangunan Ketrosden Triasmitra Data Center

 

  1. Struktur Bangunan Harus Mendukung Kebutuhan Fasilitas
    Struktur menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan data center. Tim proyek perlu memperhitungkan beban lantai dan atap, konfigurasi ruang, jalur peralatan, serta kebutuhan pengembangan kapasitas sejak tahap perencanaan. Uptime Institute juga secara khusus menempatkan structural load, ukuran koridor dan pintu, serta alokasi ruang pendukung sebagai bagian dari karakteristik bangunan data center.
  2. Sistem Pendukung Bersifat Mission-Critical
    Salah satu perbedaan utama data center dengan bangunan biasa terletak pada sistem pendukungnya. Ketersediaan listrik dan pendinginan merupakan bagian penting karena peralatan IT menghasilkan panas dan membutuhkan lingkungan yang terkontrol.
  3. Proteksi Kebakaran dan Keamanan Menjadi Bagian Penting
    Data center membutuhkan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu fasilitas dan perangkat di dalamnya. Tim proyek perlu memperhatikan sistem deteksi dan proteksi kebakaran, pengaturan ruang, serta keamanan fisik sejak tahap desain hingga pelaksanaan proyek. Uptime Institute memasukkan fire protection dan physical security dalam aspek evaluasi fasilitas data center.

Artinya, konstruksi data center tidak hanya mengejar tampilan bangunan. Setiap pekerjaan juga harus mendukung kebutuhan operasional fasilitas yang kritis.

CONAKA Berpengalaman Mengerjakan Proyek Data Center

Sebagai kontraktor data center, CONAKA memiliki pengalaman mengerjakan pembangunan data center dari tahap awal hingga penyelesaian bangunan.
CONAKA telah mengerjakan dua proyek Data Center di Karawang, yaitu proyek Data Center XL Axiata dan Triasmitra. CONAKA membangun kedua proyek tersebut dari tahap awal. Pekerjaan mencakup pembangunan fisik hingga penyelesaian arsitektur.

XL Axiata Data Center
Pada Data Center XL Axiata, CONAKA mengerjakan New Data Center Building (Civil), Structural Construction, dan Architectural Finishing. Luas area proyek mencapai 1.337 m².

Ketrosden Triasmitra Data Center
Pada Data Center Triasmitra, CONAKA mengerjakan New Data Center Building (Civil), Structural Construction, dan Architectural Finishing. Luas area proyek mencapai 1.474 m².
Secara keseluruhan, kedua proyek tersebut memiliki total luas area sekitar 2.811 m².

Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman CONAKA tentang pembangunan data center. Tim mengelola pekerjaan sipil, struktur, dan arsitektur secara terkoordinasi.

Bangun Data Center Bersama Kontraktor yang Tepat

Pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital membuat pembangunan data center menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital Indonesia. Karakteristik data center membuat proses konstruksinya lebih kompleks. Kontraktor perlu memperhatikan struktur, arsitektur, sistem pendukung, keamanan, proteksi, dan koordinasi pekerjaan.
Karena itu, pemilik proyek perlu mempertimbangkan pengalaman kontraktor sejak awal proyek.

CONAKA memiliki pengalaman membangun Data Center XL Axiata dan Triasmitra di Karawang. Pekerjaan mencakup tahap awal hingga penyelesaian sipil, struktur, dan arsitektur.

 

Lihat Testimoni Data Center CONAKA →  Design and Build Data Center Triasmitra

Lihat Project Portfolio CONAKA → Jelajahi berbagai proyek yang telah CONAKA kerjakan di berbagai sektor, termasuk data center, industri, commercial, healthcare, dan lainnya.

Scroll to Top